header-int

BEASISWA PESANTREN DONGKRAK SEMANGAT LITERASI MELALUI BEDAH NOVEL

Selasa, 16 Jul 2019, 11:04:46 WIB - 440 View
Share
BEASISWA PESANTREN DONGKRAK SEMANGAT LITERASI MELALUI BEDAH NOVEL

Dalam rangka mengobarkan gerakan literasi di Kota Kebumen, mahasiswa Pascasarjana kelas beasiswa Pesantren IAINU Kebumen kembali gelar kegiatan bedah novel berjudul Stupid Memories in Cairo” karya Ayatul Husna, L.c., M.Hum.  Kegiatan yang berlangsung di lantai II Gedung Pascasarjana IAINU Kebumen, Senin (08/10) tersebut,  sedikitnya diikuti oleh sedikitnya 80 Mahasiswa. Selain Penulis, hadir pula dalam kegiatan tersebut, penerbit novel sekaligus motivator untuk menulis, Siti Ngatikoh, S.E., M.M., sebagai pemateri Kedua.

Di kesempatan tersebut, Ayatul Husna mengatakan bahwa novel tersebut ditetaskan untuk mengikat kenangan-kenangan beliau selama menimba ilmu di Negeri Piramida itu. Menurutnya, hal tersebut merupakan kenangan emas yang sayang untuk dianggurkan dan tidak dibagikan. Selain berfungsi sebagai tali, novel ini  ditetaskan  juga untuk memperbaiki persepsi masyarakat yang masih salah paham dengan kehidupan nyata di Mesir. Novel bergenre komedi ini lahir dari potret-potret kehidupan nyata yang ada di negara Mesir.  Sengaja mengangkat tema konyol dan lucu agar para pembaca dapat merasa terhibur dan terinspirasi, apalagi di sela-sela kegiatan belajar dan organisasi yang serius.

Beranjak ke Pemateri kedua, Penerbit Lentera Siti Ngatikoh, S.E., M.M.,  secara umum beliau mengapresiasi novel tersebut. Menurutnya, tersebut sangat menghibur dan memberikan pengalaman bagi pembaca tentang kenyataan kehidupan di Mesir dengan segala adat-istiadatnya.

Setelah memberikan komentarnya tentang novel tersebut, beliau memberikan beberapa tip menawan kepada para mahasiswa yang harus suka dengan dunia literasi.

Secara tersirat, beliau memberikan dorongan untuk menulis karena menulis merupakan salah satu cara untuk ‘Self Branding’ . Melalui karya-karya yang  ditetaskan, maka orang luas akan semakin mengenal kita yang senantiasa aktif dan produktif. Kemudian,  beliau menekankan bahwa berkarya itu tidak harus senantiasa yang ‘berat dan muluk-muluk’. cukup mulai dari hal kecil dan sering kita alami sehari-hari, sehingga apabila suatu hari nanti ada karya kita yang notabennya belum sempurna, tidak mengapa yang penting pembahasannya berkualitas, “Karya yang menyandang difabilitas tapi berkualitas”.

Sebagai penutup, beliau memotivasi semua audien untuk menulis karena hakikatnya relativitas kesuksesan penulisan, mampu  menembus batas keterbatasan  penulis.

Red. Siti Chaizatul Munasiroh

Unidha
© 2024 Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen Follow Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen : Facebook Twitter Linked Youtube